5 Tanda Website Anda Perlu Redesign
Apakah website Anda sudah terlihat kuno? Ketahui tanda-tandanya dan kapan saat yang tepat untuk melakukan perombakan total.
Website pun punya tanggal kadaluarsa. Tren desain berubah, teknologi berkembang, dan perilaku konsumen bergeser. Website yang dibuat 3-5 tahun lalu mungkin sekarang sudah menjadi beban bagi bisnis Anda alih-alih aset.
Apakah website Anda masih bekerja maksimal atau justru diam-diam mengusir calon pelanggan? Cek 5 tanda bahaya berikut ini. Jika Anda mengangguk pada salah satunya, saatnya renovasi (Redesign).
1. Tidak Mobile Responsive (Tampilan HP Berantakan)
Ini dosa terbesar di era digital sekarang. Lebih dari 80% trafik internet Indonesia berasal dari Smartphone. Jika pengunjung harus mencubit layar (zoom-in) untuk membaca teks, atau geser kanan-kiri untuk melihat gambar, mereka akan pergi dalam hitungan detik.
Website modern harus fleksibel (liquid), menyesuaikan diri secara otomatis baik dibuka di layar Laptop besar maupun HP kecil.
2. Loading Lebih dari 3 Detik
Manusia modern tidak sabaran. Riset Google: Jika loading web > 3 detik, 53% user akan kabur (Bounce). Cek kecepatan website Anda di GTMetrix atau PageSpeed Insights.
Penyebab lemot biasanya: teknologi coding yang usang (jadul), gambar tidak dikompres, atau server hosting yang kelebihan beban. Redesign dengan teknologi baru (seperti Next.js) bisa memangkas waktu loading drastis.
3. Desain Terlihat "Jadoel" (Outdated)
Kesan pertama terbentuk dalam 0.05 detik. Jika desain web Anda terlihat seperti era tahun 2010 (kotak-kotak kaku, warna norak, font Times New Roman standar, hit counter, flash player), kredibilitas bisnis Anda hancur.
Pengunjung akan berpikir: "Website-nya aja gak keurus, jangan-jangan bisnisnya udah tutup atau layanannya juga gak profesional." Desain modern itu bersih, banyak ruang putih (whitespace), font enak dibaca, dan navigasi simpel.
4. Navigasi Membingungkan (User Experience Buruk)
Pernah masuk ke minimarket yang barangnya acak-acakan? Susah kan nyari barangnya? Website juga begitu.
Jika pengunjung susah mencari tombol kontak, susah mencari katalog produk, atau bingung harus klik apa, struktur website Anda gagal. Redesign bertujuan merapikan alur informasi agar pengunjung dibimbing mulus dari "Lihat-lihat" menjadi "Membeli".
5. Sulit Update Konten Sendiri
Apakah setiap kali mau ganti foto banner atau update harga, Anda harus menghubungi programmer dan bayar lagi? Itu tanda CMS (Content Management System) Anda kuno atau tidak flexible.
Website bisnis yang baik harusnya memudahkan pemiliknya untuk update konten dasar sendiri tanpa perlu ngerti coding. Dashboard admin yang user-friendly adalah wajib.
Kesimpulan
Jangan anggap Redesign sebagai "Biaya/Cost", tapi sebagai "Investasi Pemeliharaan". Sama seperti ruko yang perlu cat ulang dan renovasi interior tiap beberapa tahun agar pelanggan tetap betah, website Anda pun butuh penyegaran agar konversi penjualan tetap maksimal.
Ingin bisnis Anda tumbuh seperti ini?
Konsultasikan kebutuhan digital Anda bersama tim ahli kami.
Hubungi Kami Sekarang